Home / News

Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:06 WIB

Menjaga Senyum Ibu dari Tanahloe: Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Edukasi Kesehatan Mental

BANTAENG– Di balik peran besarnya sebagai pengasuh, pendidik utama, sekaligus penopang ekonomi keluarga, seorang ibu kerap memendam kelelahan dan tekanan psikologis yang sering kali tidak terlihat oleh lingkungan sekitarnya.

​Berangkat dari kepedulian terhadap fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116, yang ditempatkan di Posko Kelurahan Tanahloe, mengambil langkah proaktif dengan menghadirkan program edukasi kesehatan mental bagi kaum ibu.

​Program kerja individu bertajuk “Seminar Psikoedukasi Kesehatan Mental Ibu: Bersama Menjaga Kesehatan Mental Ibu, Mewujudkan Keluarga Bahagia” dipaparkan dalam forum seminar program kerja di Kelurahan Tanahloe, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Jumat (10/7/2026).

​Humas Mahasiswa KKN Unhas Posko Tanahloe, Tasya Hashifah Syahirah Maksum Runi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung tema besar pemberdayaan perempuan dan anak selama masa pengabdian masyarakat.

Baca juga  Wisata Luwu Utara Menuju Era Digital Kini Dirancang: Bayar Retribusi Tinggal Scan QRIS!

​”Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran para ibu mengenai krusialnya menjaga kesehatan mental sebagai pilar utama kesejahteraan keluarga,” ujar Tasya kepada tim redaksi.

​Menurut Tasya, kondisi psikologis seorang ibu memiliki korelasi langsung dengan keharmonisan keluarga. Beban kehidupan yang berlapis, mulai dari tantangan ekonomi, ekspektasi sosial, hingga peran ganda dalam urusan domestik, sering menjadi pemicu stres yang sering terabaikan.

​Melalui seminar psikoedukasi yang direncanakan, para peserta akan dibekali dengan pemahaman dasar mengenai kesehatan mental, deteksi dini tanda-tanda stres, serta teknik sederhana dalam mengelola emosi dan menjaga stabilitas psikologis di tengah kesibukan sehari-hari.

​Kegiatan ini tidak hanya terpaku pada penyampaian materi, tetapi juga dirancang secara interaktif melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman. Diharapkan, melalui suasana yang terbuka dan inklusif, para ibu dapat merasa lebih nyaman untuk mengenali serta merawat kesehatan mental mereka sendiri.

Baca juga  Waris Halid, Anggota DPD RI,  Uji disertasi pada Program Pascasarjana UNM Makassar

​”Program ini kami harapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian yang lebih luas terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat, khususnya bagi para ibu. Dengan kesadaran yang terbangun, kita berharap dapat mewujudkan keluarga yang lebih sehat, harmonis, dan sejahtera,” ungkap Tasya.

​Langkah yang diinisiasi mahasiswa KKN Unhas ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa membangun keluarga yang tangguh tidak hanya bersandar pada pemenuhan kebutuhan fisik semata.

Kehadiran ruang aman bagi ibu untuk menjaga kesehatan mental adalah investasi berharga. Sebab, ketika seorang ibu merasa tenang dan bahagia, kehangatan tersebut dipastikan akan mengalir ke seluruh anggota keluarga. (Red)

#KKnUnhasBantaeng

#KanalAkhmadBaso

#PamorNews

Share :

Baca Juga

News

Ubas Gandeng 4 Kepala Daerah , Buka Jalur Politik Provinsi Luwu Raya ke Presiden

News

Praktik Pungutan Liar Pembelian Solar Subsidi di SPBU Lare-lare Dikeluhkan Sopir Truk

News

FKJNUR Layak Juara 2024

News

Dugaan Praktik Perjudian Sabung Ayam Marak di Baebunta, Oknum Kepala Desa Diduga Berupaya Menyuap Wartawan
MAKASSAR-- Pj. Wali Kota Palopo Drs. H. Firmanza DP., SH., M. Si didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, Ny. Hj. Isnada Firmanza menghadiri Launching Aksi Stop Stunting (ASS) di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulawesi Selatan, Jl. Sungai Tangka No.31,Makassar Jumat, 25 Juli 2025. Selain itu, juga dilaunching Program Pendampingan Gizi di 504 Desa Lokus Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 serta dirangkaikan dengan Penandatanganan MoU Komitmen Pemerintah Daerah 24 Kab/Kota Dalam Mendukung Pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman, S.T. yang dihadiri oleh seluruh Kabupaten/ Kota se-Sulsel. Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan komitmen kolektif dalam menangani masalah stunting, yang kini telah menjadi persoalan nasional. “Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Butuh kerja sama dari semua pihak, terutama peran aktif desa dan PKK sebagai garda terdepan,” tegasnya. Sebagai wujud komitmen nyata, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU komitmen bersama Pemerintah Daerah dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel dalam mendukung pelaksanaan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2025. Tak hanya itu, pada acara ini, Gubernur Sulsel juga melaunching sejumlah program pendukung lainnya seperti Ambulans Mini ICU RSUD, Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), serta program Sulsel Melayani Andalan Hati, yang kesemuanya dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa. Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi Sulawesi Selatan dalam upaya kolektif mencegah dan mengurangi angka stunting. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat desa, diharapkan generasi masa depan tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

News

Launching Aksi Stop Stunting (ASS)
Pendampingan Penginputan PM-PK SPIP Terintegrasi

News

Pendampingan Penginputan PM-PK SPIP Terintegrasi
Tersinggung Ditertawakan, Pria di Masamba Nekat Memarangi Rekan Kerjanya di Parkiran RSUD

News

Tersinggung Ditertawakan, Pria di Masamba Nekat Memarangi Rekan Kerjanya di Parkiran RSUD

News

Ketua II PD-PMTI Luwu Utara Alisman Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026