PALOPO — Persoalan lingkungan dan alih fungsi lahan di Kota Palopo kembali memanas. Dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Palopo yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Bara, Ketua RT Balandai, Tati, secara terbuka mengadu terkait masih maraknya aktivitas pembukaan lahan baru di kawasan atas Gunung Andoli.
Dalam penyampaiannya, Bu Tati mengungkapkan bahwa warga yang berada di lokasi melaporkan aktivitas di atas gunung tersebut masih terus berjalan.
Padahal, persoalan ini sebelumnya telah dibahas secara resmi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Dewan, di mana telah ditegaskan bahwa aktivitas semacam itu tidak diperbolehkan.
”Dua minggu lalu warga saya dari atas lokasi melihat ternyata masih ada kegiatan di atas. Ini suatu pelecehan terhadap wibawa DPRD Palopo karena sudah disampaikan di RDP tidak boleh ada kegiatan,” ujar Tati dalam forum reses tersebut.
Warga menilai, jika aktivitas di Gunung Andoli ini terus dibiarkan tanpa penindakan tegas, wilayah Balandai menghadapi ancaman serius berupa bencana lingkungan atau yang diistilahkan warga terancam “tenggelam”.
Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRD Kota Palopo, Aris Munandar, memberikan respons tegas. Ia menyatakan bahwa langkah hukum harus segera diambil guna memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang mengabaikan kesepakatan dan aturan yang berlaku, demi menyelamatkan wilayah Balandai dari ancaman kerusakan lingkungan yang lebih parah.(***/aBa)
Laporan : Christiawan Pasila










