Home / Uncategorized

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:11 WIB

Srikandi PP Palopo Kritik Gaya Kepemimpinan Gubernur Sulsel: Dinilai Gagal Serap Aspirasi Rakyat

​PALOPO – Aktivis perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Palopo, Sharma Hadeyang, menyampaikan kritik pedas terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Sulawesi Selatan saat ini. Sharma menilai langkah-langkah kebijakan yang diambil baru-baru ini menunjukkan ketidakmampuan pemimpin dalam merespons jeritan masyarakat di tingkat akar rumput.

​Kepemimpinan yang “Tuli” Aspirasi

​Dalam pernyataan resminya, Sharma menegaskan bahwa seorang Gubernur seharusnya menjadi pengayom yang mengutamakan dialog, bukan justru menutup diri dari keluhan warga.

​”Apa yang kita saksikan hari ini dari langkah Gubernur Sulsel bukanlah cerminan pemimpin yang bijak. Pemimpin itu sejatinya adalah pendengar yang baik bagi rakyatnya, bukan sosok yang abai terhadap kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Sharma.

Baca juga  Bupati Iksan dan Wabup Iriane Iliyas Halal Bihalal di Kecamatan Wita Ponda

​Poin-Poin Kritikan Tajam Sharma Hadeyang:

​Kebijakan yang Tidak Relevan: Langkah pemerintah provinsi dianggap tidak sinkron dengan kebutuhan mendesak masyarakat di daerah, khususnya di wilayah Luwu Raya.

​Kurangnya Kepekaan Sosial: Sharma menyoroti bahwa kebijakan yang diambil terkesan dipaksakan tanpa melalui kajian mendalam terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.

​Panggilan untuk Perubahan: Sebagai tokoh perempuan, ia mendesak agar Gubernur segera mengubah pola komunikasinya dengan rakyat dan pemangku kepentingan di daerah.

Baca juga  Bupati Morowali Iksan, Pimpin Upacara Hari Bakti PU ke-80

​Menuntut Langkah Nyata, Bukan Seremonial

​Sharma menambahkan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan, terutama kaum perempuan dan keluarga kecil, sangat bergantung pada kebijakan yang pro-rakyat.

Menurutnya, citra kepemimpinan tidak bisa dibangun hanya dengan seremoni jika pada kenyataannya keluhan warga tetap tidak terjawab.

​”Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar kebijakan di atas kertas yang tidak menyentuh substansi masalah. Gubernur harus mampu mendengar, atau masyarakat akan kehilangan kepercayaan total,” tutup Sharma.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Menkes Budi Gunadi Salat Tarawih di Masjid Jami Palopo

Uncategorized

Pemkab Morowali Gandeng OJK Sulteng Gelar Sosialisasi Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat

Uncategorized

Upah Tukang di Sulawesi Tengah Paling ‘Irit’ Se-Indonesia, Hanya Rp 100 Ribu

Uncategorized

Komitmen Bebas Narkoba, Personel Polres Morowali Tes Urine

Uncategorized

Wabup Iriane Iliyas Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 – 1 Juni 2025

Uncategorized

Investasi Tembus Ratusan Triliun, Luwu Timur Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Program Sosial

Uncategorized

25 TAHUN KABUPATEN MOROWALI, PJ BUPATI MOROWALI DRS.YUSMAN MAHBUB,M.,SI : BERSAMA WUJUDKAN MOROWALI YANG LEBIH MAJU

Uncategorized

Bupati dan Wabup Hadiri Rapat Paripurna HUT ke-26 Kabupaten Morowali