Home / Uncategorized

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:15 WIB

Rencana Mutasi Akbar Pemkot Palopo Riskan : Bayang-bayang Demo dan Protes DPRD

PALOPO – Suasana di Balai Kota Palopo mendadak tegang menjelang rencana mutasi besar-besaran yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa agenda perombakan kabinet “Palopo Baru” ini terancam tertunda menyusul adanya ancaman aksi demonstrasi yang diprediksi akan pecah pada Jumat (13/2/2026).

​Rencana mutasi ini merupakan langkah radikal Wali Kota Hj. Naili Trisal untuk merampingkan organisasi perangkat daerah (OPD) dari 39 menjadi 25 unit. Namun, alih-alih disambut sebagai reformasi birokrasi, langkah ini justru memicu gelombang keresahan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Faksi Internal dan Isu Politis

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa lingkungan birokrasi kini terbelah menjadi beberapa faksi. Banyak pejabat merasa cemas akan kehilangan posisi (non-job) akibat penghapusan 14 instansi.

Baca juga  Tak Hanya Menjaga Kamtibmas, Polsek Bumi Raya Polres Morowali Turun Bantu Petani

Salah seorang sumber internal menyebutkan bahwa ketidaknyamanan bekerja mulai terasa karena adanya rumor bahwa penempatan jabatan lebih didasarkan pada kedekatan emosional dan afiliasi politik pasca-Pilwalkot, ketimbang penilaian kinerja yang objektif.

​Benturan Aturan dan Tekanan Legislatif

Tak hanya tekanan dari massa, Pemkot Palopo juga menghadapi hadangan dari DPRD.

Wakil Ketua DPRD Palopo, Alfri Jamil, secara tegas memperingatkan eksekutif agar tidak melompati aturan, terutama terkait rencana mutasi Sekretaris DPRD (Sekwan). Menurutnya, pengangkatan dan pemberhentian Sekwan wajib mendapatkan persetujuan pimpinan legislatif sesuai peraturan perundang-undangan.

​”Sejauh ini belum ada koordinasi. Jangan sampai proses promosi dilakukan secara sepihak tanpa mekanisme seleksi terbuka (Selter) yang transparan,” tegas Alfri.

Baca juga  Pemkab Morowali Raih Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah Regional Sulawesi

​Mutasi atau Tunda?

Wali Kota Hj. Naili Trisal sebelumnya menyatakan komitmennya untuk tetap mengikuti prosedur birokrasi dan menunggu Pertimbangan Teknis (Pertek) dari BKN rampung sepenuhnya.

Namun, jika eskalasi massa meningkat pada esok hari, pemerintah kota kemungkinan besar akan mengambil opsi penundaan demi menjaga kondusivitas wilayah.

​Kini, publik menunggu apakah “gerbong” mutasi ini akan tetap meluncur di tengah ancaman demo, ataukah pemerintah akan memilih mundur sejenak untuk meredam tensi politik dan birokrasi yang kian memanas.

Siapa Pejabat yang masih dipertahankan dan Siapa yang tersingkir. Simak “bocor halus” Kabinet “Palopo Baru”. (***)

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Luwu Utara Matangkan Persiapan Pilkades Serentak 2026 di 41 Desa

Uncategorized

Layar LED Rp2,4 Miliar Jadi Sorotan, Tipidkor Polres Lutim Mulai Telusuri Pengadaan Kominfo

News

RPJMD Sulawesi Tengah 2025-2030 Resmi Disahkan, Kompas Pembangunan Kesejahteraan Rakyat

Uncategorized

Panggilan Jiwa Sang “Bunda”: Wali Kota Naili Kukuhkan Pokja PAUD, Tekankan PAUD sebagai ‘Rumah Kedua’ Penuh Cinta

Uncategorized

Sidak RSUD Malam-Malam, Bupati Iksan Fokus Perbaikan Fasilitas

Uncategorized

Inovasi Bahan Makanan Bergizi dengan Kampung Sayur

Uncategorized

Perjuangan Bone Selatan dan Bone Raya Berbeda Luwu Raya

Uncategorized

Pemkot Palopo Siapkan Langkah Tegas Terkait Penjualan “Kavling Laut” di JLT