Home / Uncategorized

Kamis, 8 Januari 2026 - 08:36 WIB

Bidang Reserse Paling Banyak Beri Citra Negatif bagi Polri

[Mantan Kapolda Kaltim Safaruddin]

​JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Irjen Pol (Purn) Safaruddin, memberikan kritik tajam terhadap kinerja institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Dalam rapat Panja Reformasi Polri, mantan Kapolda Kalimantan Timur ini secara blak-blakan menyebut bahwa bidang Reserse (Serse) merupakan unit yang paling berkontribusi negatif terhadap citra kepolisian di mata publik.

​Fokus pada Pembenahan Kultur

​Safaruddin menegaskan bahwa reformasi Polri tidak cukup hanya dilakukan pada tingkat struktural atau regulasi, melainkan harus menyentuh akar masalah, yaitu kultur.

Menurutnya, praktik transaksional dalam penanganan perkara di tingkat penyelidikan dan penyidikan (lidik dan sidik) masih menjadi keluhan utama masyarakat.

​”Masalah di tingkat pelayanan dasar, mulai dari SPKT hingga proses reserse, itu adalah masalah kultur yang tidak pernah selesai. Reserse adalah bagian yang paling banyak memberikan kontribusi negatif kepada citra Polri karena bersentuhan langsung dengan nasib hukum seseorang,” ujar Safaruddin di depan Tim Panja Reformasi, beberapa waktu lalu.

Baca juga  Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf Hadiri Peresmian Autoclave HPAL Terbesar di Dunia, Perkuat Komitmen Industri Nikel Hijau 

​Soroti Pungli dan Kesejahteraan

​Selain masalah penegakan hukum, Safaruddin juga menyoroti rantai masalah yang dimulai dari proses rekrutmen. Ia mengungkap adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam penerimaan anggota Polri yang mencapai angka ratusan juta rupiah.

Hal ini, menurutnya, menciptakan mentalitas “kembali modal” saat anggota tersebut bertugas, terutama di fungsi basah seperti Reserse.

​Sebagai solusi, ia menawarkan dua langkah radikal:

Baca juga  Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad saw

​Sanksi Pemecatan:

“Ketika dia (anggota) memainkan kasus, langsung pecat. Harus ada hukuman yang sangat tegas,” tegasnya.

​Peningkatan Kesejahteraan: Ia mengusulkan agar gaji anggota Polri ditingkatkan secara signifikan sehingga tidak ada lagi alasan untuk menerima suap atau melakukan pungli dalam menangani perkara.

​Safaruddin meminta tim reformasi Polri untuk tidak lagi menjalankan reformasi yang “maju-mundur” tergantung siapa pimpinannya.

Ia berharap ada sistem yang konsisten untuk mengawasi penyidik agar bekerja profesional tanpa intervensi kepentingan atau materi.

​Kritik ini diharapkan menjadi alarm bagi Mabes Polri untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran, khususnya di jajaran reserse kriminal, guna memulihkan kepercayaan masyarakat yang sempat tergerus oleh berbagai oknum penyidik di lapangan.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Memperingati Hari Bakti Ke-21 PERUMDA TM Palopo

Uncategorized

Sidak OPD, Bupati Iksan Tegaskan Kinerja Tak Boleh Kendur Saat Ramadan

Uncategorized

Penyerahan Hadiah PHS Periode II 2024 kepada nasabah Anwar Rudin unit Bumiraya 

Uncategorized

Media Siber Garda Terdepan, Ketua DPRD Palopo Dorong SMSI Jadi Duta Investasi Daerah

Uncategorized

Sidak Walikota ke SPBE Belum Ampuh, Gas LPG 3 Kg di Palopo Masih Langka dan Mahal
Hadiri Wisuda Unanda, Pemkot Sisipkan Ucapan Terima Kasih atas Partisipasi dalam PSU

Uncategorized

Hadiri Wisuda Unanda, Pemkot Sisipkahttps://pamornews.com/wp-admin/post-new.phpn Ucapan Terima Kasih atas Partisipasi dalam PSU

Uncategorized

Polres Morowali Bagikan Takjil kepada Pengendara di Hari Ketiga Ramadan

Uncategorized

Perdana di Morowali, Bupati Iksan Pimpin Apel Umum Bersama ASN dan Aparatur Desa di Wita Ponda