[Refleksi Satu Tahun]
Ulasan : [Lukman Hamarong]
LUWU UTARA – Mengawali masa pengabdiannya, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, langsung tancap gas membuktikan janji kampanye pasca Pilkada 2024.
Bersama pasangannya, Jumail Mappile, duet pemimpin ini berhasil membawa perubahan nyata bagi pembangunan infrastruktur di Bumi La Maranginang.
Tahun 2025 menjadi momentum emas bagi percepatan pembangunan di daerah ini. Di bawah komando Andi Rahim, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mencatat prestasi gemilang dengan mengamankan anggaran pusat hingga 80,96% dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur jalan daerah.
Lobi Taktis di Tengah Keterbatasan Fiskal
Capaian fantastis ini merupakan buah dari kegigihan Bupati dalam melakukan lobi-lobi strategis ke sejumlah Kementerian di Jakarta. Melalui strategi “jemput bola”, Andi Rahim berhasil menyelaraskan program daerah dengan prioritas nasional.
Langkah ini sangat krusial mengingat keterbatasan APBD yang selama ini menjadi kendala utama dalam menangani wilayah dengan geografis menantang.
Keberhasilan ini sekaligus menepis anggapan miring terkait perjalanan dinas luar daerah. Alih-alih sekadar formalitas, setiap koordinasi ke pusat terbukti membuahkan hasil nyata bagi penguatan fiskal daerah melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Fokus pada Wilayah 3T dan Pengentasan Kemiskinan
Prioritas utama pembangunan ini menyasar wilayah Terluar, Terpencil, dan Tertinggal (3T), khususnya di pegunungan Rongkong, Seko, dan Rampi.
Berdasarkan data BPS, ketiga wilayah ini menyumbang angka kemiskinan sebesar 61,36%.
Dari total anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp193.489.352.500, porsi dari APBN mencapai angka Rp156.656.443.500 (80,96%). Sisanya didukung oleh APBD Luwu Utara sebesar 18,61% dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 0,42%.
Dampak Positif bagi Sektor Lain
Dengan dominasi anggaran pusat, beban fiskal daerah menjadi jauh lebih ringan.
Hal ini memungkinkan Pemda Luwu Utara untuk mengalokasikan sisa APBD ke sektor pelayanan dasar lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan aparatur.
Masyarakat kini mulai merasakan dampak langsung dengan membaiknya akses jalan antarkecamatan yang sebelumnya sulit dilalui. Keberhasilan di tahun 2025 ini menjadi fondasi kokoh bagi Bupati Andi Rahim untuk menatap proyeksi pembangunan tahun 2026, membawa Luwu Utara bertransformasi menjadi daerah yang semakin terkoneksi dan kompetitif di jazirah Sulawesi Selatan.(***)










