MASAMBA – Penunjukan Andi Zulkarnaen, SKM., M.Kes. sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP) Luwu Utara disambut hangat oleh berbagai kalangan, terutama para pemburu berita.
Bukan tanpa alasan, mantan Kabag Umum dan Asisten II ini dikenal sebagai pejabat yang sangat familiar dan akrab dengan para wartawan.
Komunikasi Tanpa Jarak
Di kalangan jurnalis di Luwu Utara, nama Andi Zulkarnaen bukanlah sosok asing. Karakternya yang humble (rendah hati) dan pembawaannya yang santai membuatnya mudah mencairkan suasana. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak sulit ditemui dan selalu terbuka untuk dikonfirmasi terkait isu-isu daerah.
”Beliau itu kalau ketemu wartawan sudah seperti teman lama. Sangat familiar, tidak kaku, dan cepat akrab,” ujar Abd Kahar , wartawan senior yang juga pemimpin redaksi Akselerasi ini.
Kedekatan personal ini dinilai akan mempermudah tugas Diskominfo-SP sebagai jembatan informasi antara Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dengan masyarakat luas.
Membangun Narasi Positif Daerah
Dengan rekam jejaknya sebagai Kabag Umum yang terbiasa mengelola urusan strategis, Andi Zul memahami betul bahwa media adalah mitra, bukan lawan.
Di posisi barunya, ia diharapkan mampu merangkul seluruh insan pers untuk membangun narasi positif demi kemajuan Bumi Lamaranginang.
Bagi Andi Zulkarnaen, jabatan adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas.
Namun, ia membuktikkan bahwa ketegasan dalam bekerja bisa berjalan beriringan dengan keramahtamahan.
Visi Kedepan: Keterbukaan Informasi
Kehadiran Andi Zulkarnaen di kursi Kadis Kominfo-SP membawa harapan baru bagi iklim keterbukaan informasi di Luwu Utara.
Dengan gaya kepemimpinannya yang inklusif, ia menargetkan:
Sinergi Media yang Lebih Kuat: Memastikan arus informasi dari pemda sampai ke masyarakat secara akurat melalui kemitraan media yang sehat.
Transformasi Digital yang Humanis:
Mengawal SPBE dengan pendekatan yang mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.
Pelayanan Informasi Responsif: Menjadikan Kominfo sebagai wadah aspirasi yang cepat tanggap.
”Amanah adalah harga diri,” sebuah prinsip yang terus ia pegang teguh sembari tetap menjaga senyum dan jabat tangan erat bagi setiap mitra bicara yang ditemuinya.(***)











