Home / Uncategorized

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:10 WIB

Strategi “Jemput Bola” Ala Bupati Sukses Datangkan 80,96% Anggaran Pusat untuk Pembangunan Jalan Luwu Utara

[Refleksi Satu Tahun]

Ulasan : [Lukman Hamarong]

​LUWU UTARA – Mengawali masa pengabdiannya, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, langsung tancap gas membuktikan janji kampanye pasca Pilkada 2024.

 

Bersama pasangannya, Jumail Mappile, duet pemimpin ini berhasil membawa perubahan nyata bagi pembangunan infrastruktur di Bumi La Maranginang.

​Tahun 2025 menjadi momentum emas bagi percepatan pembangunan di daerah ini. Di bawah komando Andi Rahim, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mencatat prestasi gemilang dengan mengamankan anggaran pusat hingga 80,96% dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur jalan daerah.

​Lobi Taktis di Tengah Keterbatasan Fiskal

Capaian fantastis ini merupakan buah dari kegigihan Bupati dalam melakukan lobi-lobi strategis ke sejumlah Kementerian di Jakarta. Melalui strategi “jemput bola”, Andi Rahim berhasil menyelaraskan program daerah dengan prioritas nasional.

Baca juga  Baharman Supri Ungkap Naskah Akademik 'Luwu Daerah Istimewa' Telah Rampung: Kami Sudah Siap!

Langkah ini sangat krusial mengingat keterbatasan APBD yang selama ini menjadi kendala utama dalam menangani wilayah dengan geografis menantang.

​Keberhasilan ini sekaligus menepis anggapan miring terkait perjalanan dinas luar daerah. Alih-alih sekadar formalitas, setiap koordinasi ke pusat terbukti membuahkan hasil nyata bagi penguatan fiskal daerah melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

​Fokus pada Wilayah 3T dan Pengentasan Kemiskinan

Prioritas utama pembangunan ini menyasar wilayah Terluar, Terpencil, dan Tertinggal (3T), khususnya di pegunungan Rongkong, Seko, dan Rampi.

Berdasarkan data BPS, ketiga wilayah ini menyumbang angka kemiskinan sebesar 61,36%.

​Dari total anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp193.489.352.500, porsi dari APBN mencapai angka Rp156.656.443.500 (80,96%). Sisanya didukung oleh APBD Luwu Utara sebesar 18,61% dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 0,42%.

Baca juga  Sulit Bertemu di Titik Psikologis, Prof Pirol: Penyatuan Luwu-Toraja Butuh Waktu Lama

​Dampak Positif bagi Sektor Lain

Dengan dominasi anggaran pusat, beban fiskal daerah menjadi jauh lebih ringan.

Hal ini memungkinkan Pemda Luwu Utara untuk mengalokasikan sisa APBD ke sektor pelayanan dasar lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan aparatur.

​Masyarakat kini mulai merasakan dampak langsung dengan membaiknya akses jalan antarkecamatan yang sebelumnya sulit dilalui. Keberhasilan di tahun 2025 ini menjadi fondasi kokoh bagi Bupati Andi Rahim untuk menatap proyeksi pembangunan tahun 2026, membawa Luwu Utara bertransformasi menjadi daerah yang semakin terkoneksi dan kompetitif di jazirah Sulawesi Selatan.(***)

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Lumpuh Total Akibat Blokade Jalan, Harga BBM Eceran di Mangkutana Tembus Rp40 Ribu Per Botol

Uncategorized

Selamat Hari Guru Nasional

Uncategorized

Sorotan Publik Kasus Seragam Gratis Lutim, Kasi Pidsus Kejari: Penyidikan Masih Berjalan, Saksi Terus Diperiksa

Uncategorized

Waris Halid, Peraih Suara Terbanyak di Sulsel Resmi Jadi Senator DPD RI

Uncategorized

Direksi PERUMDA TM Palopo Ucapkan Selamat Merayakan Natal dan Tahun Baru 2026

Uncategorized

Penandatanganan Kesepakatan Batas Kelurahan se-Kecamatan Bungku Tengah Resmi Digelar

Uncategorized

Mutasi Jilid II Pemkot Palopo: Berikut Daftar 52 Pejabat Eselon 3 Yang Baru

Uncategorized

Sambut HUT ke-27 Luwu Utara, Bapenda Gelar Aksi Bersih-bersih di Jalan Protokol Depan RSUD Andi Djemma