Home / Uncategorized

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:20 WIB

Syafruddin PKB Protes Keras Pemangkasan DBH Balikpapan 70%: “Itu Hak Daerah!”

JAKARTA – Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Transfer ke Daerah (TKD) melalui Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kota Balikpapan menuai kritik tajam.

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Syafruddin, menegaskan bahwa dana tersebut adalah hak konstitusional daerah, bukan sekadar “pemberian” dari pusat.

​Kekecewaan ini disampaikan Syafruddin dalam audiensi bersama pimpinan DPRD Kota Balikpapan di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (29/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa pemotongan anggaran mencapai 60 hingga 70 persen, yang berdampak fatal bagi pembangunan infrastruktur di Balikpapan.

​Hak Bukan Hibah: Syafruddin menekankan bahwa DBH merupakan hasil bumi daerah yang wajib dikembalikan oleh pusat untuk kesejahteraan warga lokal.

Baca juga  Kelompok Milenial Ambil Peran Menangkan FKJ di Pilkada Palopo 2024

​Kritik Alasan SiLPA: Pemerintah berdalih pemotongan dilakukan karena tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) di Kalimantan Timur (mencapai Rp5 triliun).

Namun, Syafruddin menilai alasan tersebut tidak relevan untuk dijadikan pembenaran pemangkasan hak dasar.

​Ironi Daerah Penghasil: Di saat anggaran dipotong, Balikpapan justru mengalami krisis energi, seperti kelangkaan elpiji 3 kg dan antrean panjang solar di SPBU.

​”Dana bagi hasil itu adalah hak daerah yang wajib dikembalikan, bukan pemberian pemerintah pusat. Saya sudah bersuara kencang agar hak ini dikembalikan karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar legislator asal Kaltim tersebut.

​Darurat Energi di Balikpapan

​Anggota DPRD Balikpapan, Andi Arief Agung, yang hadir dalam audiensi tersebut juga menyoroti kondisi ironis di lapangan.

Baca juga  Pemkab Morowali Bentuk TRC-PB Multisektor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana 

Sebagai kota yang dikenal sebagai lumbung energi, masyarakat Balikpapan justru kesulitan mendapatkan BBM.

​”Pengurangan DBH 70 persen sangat memukul kami. Ditambah lagi kelangkaan BBM yang ironis terjadi di daerah penghasil energi.

Aspirasi ini harus kami sampaikan demi mobilitas ekonomi warga,” tutur Andi Arief.

​Solusi dan Langkah Selanjutnya

​Sebagai langkah jangka pendek, Syafruddin menyarankan Pemkot Balikpapan untuk:

​Optimalkan Skema Inpres: Mengajukan bantuan pendanaan pembangunan melalui Instruksi Presiden sebagai solusi alternatif anggaran.

​ Fraksi PKB berkomitmen mengawal pertemuan formal dengan kementerian terkait untuk mencari solusi konkret atas krisis anggaran dan energi ini.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Tragedi Sepertiga Malam di Songka: Nyawa yang Tak Sempat Terselamatkan

Uncategorized

WAKIL BUPATI IRIANE ILIYAS BUKA RESMI RAKOR PERSIAPAN PORKAB II 2025 KABUPATEN MOROWALI

Uncategorized

Krisis Tompira: Ketika Jalan Rusak Parah Menguji Urat Nadi Ekonomi Sulteng

Uncategorized

Pastikan Pelayanan Prima, Kapolresta Balikpapan Sidak Ruang Publik dan Sel Tahanan

Uncategorized

Ketika Doa dan Shalawat Menggema di Langit Palopo

Uncategorized

PALOPO ​DARURAT ANTIBIOTIK: BPOM MINTA WALIKOTA PIMPIN PERANG MELAWAN RESISTENSI ANTIMIKROBA

Uncategorized

Drama Sengketa Ruko Palopo di Ujung Palu MA: Kemendagri Desak Pemkot Bayar Ganti Rugi

Uncategorized

Karya Bakti Pembersihan Pasar Sentral Bungku, Wabup Iriane Iliyas Dorong Gerakan Jumat Bersih Rutin