Home / Uncategorized

Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:54 WIB

Viral Kembali, Pernyataan “Kenapa Tidak keluar dari Indonesia” Gubernur Sulsel Tuai Kecaman Masyarakat Luwu

MAKASSAR – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan potongan video lama sambutan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman (ASS).
Dalam video yang kembali viral tersebut, pernyataan ASS yang menyindir aspirasi pemekaran wilayah di Tana Luwu dianggap melukai perasaan masyarakat setempat.
​Kronologi dan Pernyataan yang Kontroversial
​Pernyataan tersebut dilontarkan dalam sebuah sambutan resmi pada peringatan hari jadi salah satu kabupaten di wilayah Luwu beberapa tahun lalu.
Saat membahas aspirasi pemekaran daerah , Andi Sudirman melontarkan seloroh yang kini dinilai kebablasan.
​”Katanya mau keluar dari Sulawesi Selatan? Kenapa tidak keluar sekalian dari Indonesia?” ujar Andi Sudirman dalam potongan video yang kini kembali beredar luas di platform TikTok dan grup WhatsApp dan fesbuk itu.
​Respons Keras dari Tokoh dan Masyarakat Luwu
​Bagi masyarakat Tana Luwu, kalimat tersebut bukan sekadar candaan politik, melainkan bentuk pengabaian terhadap sejarah panjang dan perjuangan masyarakat Luwu.
Aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya diketahui telah lama diperjuangkan demi pemerataan ekonomi dan pendekatan pelayanan publik.
​Beberapa poin keberatan yang muncul di tengah masyarakat antara lain:
​Ketidakpantasan Ruang: Pernyataan tersebut disampaikan di forum resmi kenegaraan (Hari Jadi Kabupaten), bukan dalam ruang diskusi santai.
​Sentimen Historis: Masyarakat Luwu memiliki andil besar dalam sejarah Sulawesi Selatan dan Indonesia, sehingga narasi “keluar dari Indonesia” dianggap sangat provokatif dan tidak empatik.
Meremehkan Aspirasi: Sindiran tersebut dinilai merendahkan keinginan tulus masyarakat yang merasa pembangunan saat ini masih terlalu terpusat di wilayah selatan.
​Dinamika Politik di Balik Viralnya Video
​Pengamat komunikasi politik menilai kembalinya video ini ke permukaan merupakan bukti bahwa luka komunikasi yang ditinggalkan oleh pejabat publik bisa berumur panjang.
“Seorang pemimpin harus memahami bahwa isu pemekaran daerah adalah isu emosional yang menyangkut identitas dan harapan hidup masyarakat.
Menggunakan diksi yang ekstrem—meskipun tujuannya bercanda—bisa menjadi bumerang politik di masa depan,” ujar salah satu analis politik lokal.
​Hingga saat ini, isu pemekaran daerah masih terbentur kebijakan moratorium dari pemerintah pusat. Namun bagi warga Tana Luwu, perjuangan tersebut tetap hidup, dan mereka menuntut rasa hormat dari para pemimpin provinsi atas aspirasi tersebut.(***)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Zulkifli Resmi Dilantik Menjadi Pj Sekda Kota Palopo Besok

Uncategorized

Palopo Tana Ware: Menjemput Masa Depan dari Rahim Peradaban Luwu

Uncategorized

Selamat & Sukses Atas Pelantikan Naili Trisal dan Akhmad Syarifuddin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo

Uncategorized

Tokoh Masyarakat Sesalkan Sikap Gubernur Sulsel Terkait Aspirasi Provinsi Luwu Raya

Uncategorized

Legislator Tegur Pengelola Terkait Parkir Liar dan Pedagang di PNP  

Uncategorized

Ketua Tim IBR Ucapkan Selamat HPN 2026, Apresiasi Peran Pers Morowali dalam Pembangunan Daerah

Uncategorized

PALOPO ​DARURAT ANTIBIOTIK: BPOM MINTA WALIKOTA PIMPIN PERANG MELAWAN RESISTENSI ANTIMIKROBA

Uncategorized

Baharman Supri Ungkap Naskah Akademik ‘Luwu Daerah Istimewa’ Telah Rampung: Kami Sudah Siap!