IN MEMORIAM :
Mengenang Ustadz Yusril Al Ikhsan dan Jejak Dakwah yang Tulus
PALOPO, PAMORNEWS — Kabar duka yang menyelimuti Kota Palopo pada Rabu (1/10/2025) terasa begitu personal. Kepergian Ustadz Yusril Al Ikhsan, S.Ag., SE., MM., bukan sekadar kehilangan seorang pemuka agama, tetapi seolah kehilangan senyum hangat yang selama ini menjadi penyejuk di tengah hiruk pikuk kehidupan.

Ustadz Yusril, atau akrab disapa Ustadz Yusri, bukanlah sosok yang hanya berdiri di mimbar besar. Ia adalah dai yang membumi, yang ceramahnya sering kali tak berjarak. Pendakwah yang dikenal ramah dan awet muda ini membangun jalinan persahabatan dan persaudaraan yang melampaui sekat-sekat organisasi atau jabatan.
Tulus di Jalan Sunyi Dakwah
Dalam dunia dakwah, Ustadz Yusril adalah contoh nyata dari istiqamah. Menurut sahabat dan rekan-rekan seperjuangan, semangatnya untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan tidak pernah padam, bahkan hingga akhir hayatnya.
”Beliau itu sosok yang selalu renyah, lembut, riang, dan tulus dalam berkawan,” kenang Hadi Pajarianto, Sekretaris Muhammadiyah Palopo, dalam sebuah tulisan mengenang almarhum. “Pemihakannya pada jalan dakwah dan militansi nilai yang diperjuangkan, masih dipegang teguh hingga akhir hayat.”
Dalam kesederhanaan, beliau melihat tugas sebagai penceramah bukan semata mata mencari kemudahan hidup, melainkan sebagai sebuah hikmah untuk menjalin persaudaraan yang lebih luas dan mendekatkan diri pada Tuhan. Baginya, banyaknya pertemanan dan kemudahan yang didapat hanya secuil anugerah dari jalan dakwah yang ia tempuh.
Pukulan bagi Palopo
Berita meninggalnya Ustadz Yusril dengan cepat menyebar dan membanjiri media sosial di Palopo. Kabar ini ramai dijadikan story WhatsApp, bahkan oleh sejumlah pejabat di jajaran Pemkot Palopo. Ini menunjukkan betapa luasnya jaringan dan seberapa besar dampak spiritual yang ia berikan selama hidupnya.
Ketua Baznas Kota Palopo, As’ad Syam, melalui media sosialnya menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam: “Innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah BPK Ustadz Yusri al-ikhsan semoga seluru amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT…”
Kepergian Ustadz Yusril Al Ikhsan, anak kelima dari pasangan Takkalla dan Cambarang, meninggalkan kekosongan di hati banyak pihak. Namun, sebagaimana petikan pepatah yang ia yakini: “Hancur badan di kandung tanah, budi yang baik akan dikenang juga.”
Jejak budi baik, keramahan, dan ketulusan Ustadz Yusril akan menjadi “umur kedua” bagi dirinya, terus hidup dalam kenangan dan amalan orang-orang yang pernah disentuhnya melalui kata-kata dan teladan hidupnya.
Selamat jalan Ustadz Yusril. Semoga surga menjadi tempat peristirahatan terakhir, sesuai janji Allah: “Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Lalu, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS. Al-Fajr: 27-30).











